Membuka Application Launcher di KDE menggunakan Meta/Super key

Sebelum menjalankan Application Launcher KDE, pastikan shortcut untuk Application Launcer Settings diset dengan tombol Alt-F1, caranya klik kanan pada icon menu KDE di pojok kiri bawah lalu pilih Application Launcher, kemudian pilih Shortcut, masukkan tombol Alt+F1 (lihat gambar), kemudian lakukan langkah-langkah di bawah ini:

snapshot2

1. Instal dependensinya terlebih dahulu untuk menginstal superkey: Continue reading

Awesome Font Rendering Debian Jessie KDE

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing tentang Font Rendering pada Debian-KDE.

Dengan menggunakan Font Rendering ini maka semua font yang digunakan di dalam desktop akan menjadi jauh lebih cantik dibandingkan sebelumnya, dan terlihat eye-catching sehingga sangat nyaman di mata. Ya mungkin ini akan terasa lebih mirip font dengan laptop Mac, font-nya tebal-tebal. Berikut ini tampilan desktop yang saya gunakan dengan spesifikasi berikut. Continue reading

Daftar Standar Sound di Linux berbasis Debian

Berikut adalah nama-nama Standar Sound yang bisa digunakan untuk membuat sound effect seperti notifikasi, even, dan feedback event. Nama-nama berikut dalam format .oga. Nama-nama tersebut disimpan di dalam file /usr/share/sounds/freedesktop/stereo. Anda bisa mengubah suara tersebut sesuai keinginan, misalnya kita mau mengubah suara notifikasi ketika kita akan mencolokkan USB Flashdisk ke dalam port USB, maka suara notifikasi tersebut akan terdengar. Jadi yang diubah adalah nama file device-added.oga di dalam folder /usr/share/sounds/freedesktop/stereo. Cara mengubahnya yaitu tinggal copy paste saja file yang kita punya (format bisa .ogg, default .oga) dengan cara (jangan lupa backup terlebih dahulu folder /usr/share/sounds/freedesktop) : Continue reading

Horizontal Scrolling di Firefox Menggunakan SHIFT+MouseScroll di Linux

Bagaimana cara mengaktifkan scroll secara horizontal menggunakan mouse di Firefox di Linux (Ubuntu, Fedora, dan lain-lain)? Berikut tahapannya:

1. Matikan (disable) fungsi dari Backward/Forward di Firefox. Caranya, ketikkan “about:config” di address bar Firefox, lalu modifikasikan mousewheel.with_shift.action ke 0 (default=2) dan mousewheel.with_shift.action.override_x ke 1 (default=-1).

2. Instal xbindkeys dan xautomation .

3. Edit (atau buat jika belum ada) file ~/.xbindkeysrc.scm dan ketikkan:

; bind shift + vertical scroll to horizontal scroll events
(xbindkey '(shift "b:4") "xte 'mouseclick 6'")
(xbindkey '(shift "b:5") "xte 'mouseclick 7'")

4. Kemudian jalankan dengan ketik: xbindkeys Continue reading

Instalasi Fitur Bash Autocomplete di CentOS

Fitur ini secara default digunakan oleh distro Debian, Ubuntu, dan distro turunan lainnya. Namun, untuk distro RHEL-based fitur bash autocompletion secara default tidak diinstall. Menurut saya ini cukup kesulitan ketika mengoprek OS lewat shell terminal jika tidak menggunakan fitur ini, karena mengetik di shell tanpa disertai tombol [TAB] menurut saya jadi kurang cepat jadinya kurang greget. 🙂

Baik, untuk mengaktifkan fitur ini kita membutuhkan repository EPEL, ketikan perintah di bawah ini (login sebagai root terlebih dahulu):

# rpm -Uvh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm

Selanjutnya instal fitur bash autocompletion:

# yum install bash-completion

Selesai untuk instalasi fitur bash autocompletion. Sekarang kita bisa menggunakan fitur ini. Untuk menggunakannya Anda harus logout terlebih dahulu di shell terminal kemudian login kembali, atau tekan tombol close saja kemudian buka kembali terminalnya.

Contoh #1: Instal paket guake (yum install guake)

# yum ins[TAB] guak[TAB]

Contoh #2: Melihat paket guake (yum search guake)

# yum se[TAB] guake

Sekian tutorial dari saya. Untuk tutorial lebih lanjut bisa dilihat di sumber:

http://www.cyberciti.biz/faq/fedora-redhat-scientific-linuxenable-bash-completion/

Semoga bermanfaat 🙂

Summary of “I-Robot” Movie

Movie_poster_i_robot

Human-Computer Interaction is a discipline of the relationship between humans and computers that include the design, evaluation, and implementation of a computer interface for ease of use by humans, while human and computer interaction itself is a collection of processes, dialogues, and activities performed by humans to the computer where each perform feedback through the interface for a particular purpose.

The film “I-Robot” is a science fiction movie made in 2004 played by the famous Hollywood actor Will Smith. This film tells the life that has been developed in which humans are dependent on the NS 5 robot maid. The word “i” means Intelligent, Ideal, Incredible. This product is designed to help people everyday activities. Because the technological advances, human has been quite dependent on the robot.

At that time the robot is equipped with an artificial intelligence even have feelings and emotions. Then the robot NS 5 is already feeling strong and intelligent, so they can freely make a mess everywhere. Luckily, the robots can still be controlled by the system so that the robots can be controlled by a central computer.

Of the film, it can be concluded that with the advanced technology then people will be greatly helped. But the technology also will make people lazy and less likely to interact with other humans because humans are social creatures.

Reference: http://dodiug.blogspot.com/2010/10/komentar-saya-tentang-film-i-robot.html

Jenis-jenis Variable di Python + sourecode

Ada beberapa jenis variabel yang ada di Pemrograman Berorientasi Objek, yaitu variabel global dan variabel lokal.

Berikut ini contoh program sederhana untuk membedakan masing-masing variabel:

#!/usr/bin/env python

#GLOBAL VARIABLE
nilai_global = []

#LOCAL VARIABLE : CLASS VARIABLE
class A:
    var = []

    def add(self):
        self.var.append("a")
        nilai_global.append(0)

#LOCAL VARIABLE : INSTANCE VARIABLE
class B:
    def __init__(self):
        self.var = []

    def add(self):
        self.var.append("b")
        nilai_global.append(0)
        
print "--- JENIS-JENIS VARIABEL ---\n"
#class A (class variable)
print "CLASS VARIABLE (lihat kelas A)"
#obj ke-1 menambah 1 nilai
obj1 = A()
obj1.add()
print "obj1's variable value:",obj1.var
print "Global variable value:",nilai_global
##obj ke-2 menambah 2 nilai
obj2 = A()
obj2.add()
obj2.add()
print "obj2's variable value:",obj2.var
print "Global variable value:",nilai_global
#total A
print "--A finally--"
print "obj1's variable value:",obj1.var
print "Global variable value:",nilai_global
print "obj2's variable value:",obj2.var
print "Global variable value:",nilai_global
print "---> Objek berbeda(obj1 dan obj2) tapi nilai variabelnya(var) SAMA"
print 


#class B (instance variable) 
print "INSTANCE VARIABLE (lihat kelas B)"
#obj ke-1 menambah 1 nilai
obj1 = B()
obj1.add()
print "obj1's variable value:",obj1.var
print "Global variable value:",nilai_global
#obj ke-2 menambah 2 nilai
obj2 = B()
obj2.add()
obj2.add()
print "obj2's variable value:",obj2.var
print "Global variable value:",nilai_global
#total B
print "--B finally--"
print "obj1's variable value:",obj1.var
print "Global variable value:",nilai_global
print "obj2's variable value:",obj2.var
print "Global variable value:",nilai_global
print "---> Objeknya berbeda(obj1 dan obj2) tapi nilai variabelnya(var) BERBEDA"

print"\nGLOBAL VARIABLE ---> Nilai dari variable global(nilai_global) PASTI SAMA"

Sintaks di atas akan menampilkan output berikut ini:

Referensi:
http://stackoverflow.com/questions/475871/python-why-use-self-in-a-class